<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>desyndrom</title>
	<atom:link href="http://www.desinopsis.com/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.desinopsis.com</link>
	<description>mencandu untuk berkedip...</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Feb 2010 14:55:00 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kekuatan Aneh.</title>
		<link>http://www.desinopsis.com/?p=155</link>
		<comments>http://www.desinopsis.com/?p=155#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 14:55:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.desinopsis.com/?p=155</guid>
		<description><![CDATA[Aneh. Sepertinya itu kata yang tempat untuk mendefinisikan segala yang bersemayam di kepala, bergelanyut di hati dan berjejal di setiap jejak perjalanan. Aneh karena akhirnya saya berani menulis lagi, berani keluar dari tempat persembunyian selama ini. Sembunyi? Tampaknya memang begitu. Saya berlindung dari banyak hal yang berputar di sekitar imajinasi. Takut macam-macam benda itu tiba-tiba [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aneh. Sepertinya itu kata yang tempat untuk mendefinisikan segala yang bersemayam di kepala, bergelanyut di hati dan berjejal di setiap jejak perjalanan. Aneh karena akhirnya saya berani menulis lagi, berani keluar dari tempat persembunyian selama ini. Sembunyi? Tampaknya memang begitu. Saya berlindung dari banyak hal yang berputar di sekitar imajinasi. Takut macam-macam benda itu tiba-tiba bertabrakan dan berpencar tak beraturan menimpa kesadaran saya, sakit, pening dan lalu terjatuh pingsan. Padahal menulis adalah aktivitas yang begitu saja menjadi rutinitas sejak saya SD.</p>
<p>Seolah sebuah wahyu terberi yang tidak perlu dipacu melalui kursus-kursus atau dipancing dengan nilai pelajaran mengarang Bahasa Indonesia. Terjadi dan mencinta begitu saja. Sampai saya pernah menulis berlembar-lembar cerita pendek juga puisi. Dulu waktu SMP saya bahkan belum mempunyai mesik ketik atau komputer tapi berhasil begitu produktif menuangkan segala imajinasi seorang ABG. Caranya, saya menulis tangan di sebuah buku besar yang khusus dibeli. Lalu meminta tolong seorang teman yang jauh lebih mapan waktu itu untuk mengetikannya lewat komputer.  Agak tidak enak memang. Tapi bagaimana lagi. Hanya berbekal menulis sebagus mungkin agar teman yang sudah direpotkan mengetik tidak bertambah tugas dengan menerjemahkan teks-teks yang sulit dibaca. Satu lagi bekalnya waktu itu, ucapan terima kasih dan selalu menjadi teman sebangkunya.</p>
<p>Tulisan itu memang tidak pernah menembus majalah-majalah komersil. Entahlah. Saya yang terlampau malas untuk terus menawarkan atau memang tulisanya tidak cukup menarik. Tulisan itu hanya berhenti menjadi hiburan teman-teman sekelas. Mereka selalu menjadi pembaca-pembaca setia setiap cerpen selesai diketik. Senangnya bukan main dapat memberikan hiburan alternativ pada teman-teman. Terkenal sebagai penulis di kelas  sudah cukup waktu itu. Tidak ada ambisi yang lebih. Sampai akhirnya SMA. Ada kesempatan untuk menjadi wartawan kecil di sebuah media. Saya ikut melamar tentunya dengan mengorbankan rasa takut pada panitia ospek. Karena jadwal wawancaranya kebetulan sama dengan jadwal ospek. Tapi rupanya waktu itu saya lebih memilih sesuatu yang kelak menjadi bagian indah dalam masa depan yang saya pilih. Bangga rasanya mengenang saat itu. Bisa mengalahkan rasa takut terhadap sekelompok orang yang ingin menjadi sok dominan pada murid-murid baru. Huuuu bagi penganut ospek dengan kekerasan!</p>
<p>Kembali pada menjadi wartawan. Ya, di sini meski disertai dengan serangan rasa cemburu atau iri atau yang sekarang saya kenal dengan istilah <em>political office </em>dari para pekerja lawas, toh banyak sekali keberpihakan yang membawa saya pada pengalaman menarik. Saya bertemu banyak orang, berbicara dengan berbagai macam karakter, berpose dengan para senyum awak-awak cerdas, dan sebagainya, dan sebagainya. Waktu itu memang saya tidak terlalu mengerti banyak tentang arti menjalani profesi wartawan cilik dengan bayaran makan siang tersebut. Saya tahunya hanya senang karena setiap Minggu ada nama ‘desi’ di sudut kanan akhir artikel pada halaman 3 harian tersebut. Tidak jarang pula untuk menambah semangat, sang pemimpin redaksi (mas cemplon yang belakangan ingin sekali saya temui) menampilkan foto-foto awak yang bertugas minggu itu. Senang, karena pasti orang-orang di kampung atau pejabat sekolah yang berlangganan akan dengan jelas melihat keberadaan saya.</p>
<p>Tapi sekarang saya begitu paham akan banyak makna dari proses-proses tersebut. Tentang kesempatan, keberanian, kecintaan dan yang paling penting adalah tentang kekuatan sebuah tulisan. Kekuatan itu berangsur-angsur mendorong saya untuk akhirnya menerbitkan beberapa karya. Saya mampu menemukan cinta yang artinya kehidupan itu sendiri dengan pilihan untuk menularan energi melalui tulisan. Tidak sebagai tukang tato, peramal, penjual bunga, penjahit yang tentu sama-sama memiliki kekuatan tersendiri untuk mengalirkan kecintaan. Meskipun ada pada saat-saat tertentu saya akhirnya memilih untuk sembunyi. Saya memilih untuk berdiam di balik sesuatu yang bisa menyamarkan badan saya, pikiran saya, kata-kata saya bahkan tulisan-tulisan saya.</p>
<p>Tidak tahu persis penyebab saya enggan untuk menulis. Yang saya pahami waktu itu saya sudah mulai menjadi pekera profesional yang semakin ketat <em>social order </em>penentu nilai dalam berinteraksi. Jangan sampai terlalu ganjen mengumbar yang personal, sebisa mungkin menjadi orang yang berwibawa dan terus mengasah wawasan. Setidaknya itu yang saya tangkap waktu itu meski terus menjadi perdebatan batin tersendiri. Saya mulai goyah. Apakah menulis tentang sesuatu yang personal di blog (seperti kebiasan dulu) itu ganjen dan kurang intelek? Apa curhat di blog sendiri yang <em>notabene </em>akan dibaca banyak orang itu terlalu bergaya tidak dewasa? Atau perasaan pribadi yang akan diketahui publik itu perbuatan sembrono? Saya sibuk mencari jawaban-jawaban itu.</p>
<p>Saya merasa harus menentukan area menulis saya dengan lebih konsisten demi karier dan anggapan publik di mana saya tinggali sekarang. Proses yang saya kira lebih kompleks daripada yang saya tulis itu membuat saya biarkan blog bayaran saya menganggur dihantam virus begitu saja tanpa kalimat-kalimat yang baru. Saya tidak juga mengirimkan opini-opini agar dimuat di media. Saya lebih sering berada dalam sebuah ruang berdinding tinggi yang hanya menyediakan sedikit celah sebagai media berkomunikasi. Saya akan menulis jika ada yang memesan lewat celah kecil itu tanpa harus bertemu, berdiskusi atau berjanjian.</p>
<p>Dulu setiap kali dimuat saya pasti akan girang karena akan eksis dan mendapatkan bayaran. Tapi pada fase persembunyian saya itu, bayaran tidak lagi menjadi hal yang saya rindukan. Eksistensi juga saya hadapi dengan rasa biasa yang menjurus pada dingin. Apakah kondisi ini membuat saya tidak nyaman? Pasti. Saya kehilangan kekuatan untuk mengalirkan energi artinya saya memiliki energi yang terlalu berlebih. Tidak ada lagi hangat. Adanya hanya rasa panas yang sangat panas atau dingin yang begitu dingin. Tak terbagikan.</p>
<p>Terkadang terpikir juga apakah saya sedang hendak bermutasi soal pilihan kekuatan? Memang agaknya jadi lebih mirip proses pencarian jati diri. Kadang pikiran semacam itu membuat geli dan tertawa. Kegelisahan itu ternyata tidak pernah berujung. Manusia yakni saya ingin selalu menyelesaikan masalah untuk menciptakan masalah berikutnya. Seperitnya tanpa rasa gelisah, perjalanan hidup ini seperti hampa begitu saja. Dan waktu-waktu saya bersembunyi itu bukan kehampaan. Tapi kegelisahan baru yang ingin dicari pemecahannya. Saya menjadi terus memutar-mutar rekaman masa lalu dan mengkhayalkan masa depan saat keinginan menulis itu datang tapi tak pernah berhasil dilakukan.</p>
<p>Tapi sekarang sepertinya saya tidak peduli lagi dengan ujung dari kegelisahan-kegelisahan tersebut. Tentang menulis personal atau tidak. Ini kekuatan saya maka hanya saya yang paham tentang cara mengelolanya. Personal dan tidak itu adalah kemasan dan penilaian. Tulisan-tulisan ilmiah dengan mencantumkan referensi hingga catatan kaki juga sesuatu yang personal. Karena ada basis pilihan tentang cara pandang yang digunakan. Dan pilihan itu adalah personal. Mungkin saya sudah berhasil menemukan kegelisahan baru saya sehingga memutuskan untuk melihat hal personal dengan cara demikian. Sehingga saya memutuskan untuk kembali menulis dengan lebih membebaskan. Karena tanpa disadari saya sebenarnya selalu membiarkan energi-energi yang berhamburan dalam tubuh dan jiwa saya ini dengan begitu bebasnya. Buktinya saya tidak menolak untuk sembunyi atau saya tidak menolak untuk menyerah dari persembunyian. Saya menulis lagi. Saya memilih kekuatan itu lagi sebagai alat penyalur energi saya. Karena saya ingin cinta yang itu artinya hidup.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.desinopsis.com/?feed=rss2&amp;p=155</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Makna di Hari Kartini</title>
		<link>http://www.desinopsis.com/?p=145</link>
		<comments>http://www.desinopsis.com/?p=145#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 02:40:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikulasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.desinopsis.com/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[ 

Dimuat di ICBC News


Jika merunut masa lalu maka ingatan kita akan bermain pada suasana masa kecil yang meriah setiap tanggap 21 April. Hari menjadi harus lebih cepat untuk diawali karena kebaya dan konde sudah menunggu untuk dikenakan. Orang tua kita akan menerangkan bahwa hari tersebut adalah hari Kartini sehingga harus berdandan dan berpakaian adat. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span style="text-decoration: underline;">Dimuat di ICBC News</span><br />
</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Jika merunut masa lalu maka ingatan kita akan bermain pada suasana masa kecil yang meriah setiap tanggap 21 April. Hari menjadi harus lebih cepat untuk diawali karena kebaya dan konde sudah menunggu untuk dikenakan. Orang tua kita akan menerangkan bahwa hari tersebut adalah hari Kartini sehingga harus berdandan dan berpakaian adat. Namun penjelasan mengenai hubungan antara hari Kartini dengan baju adat cenderung tidak disertakan. Sehingga pengetahuan kanak-kanak saat itu hanya sebatas pada bersikap sebaik mungkin saat melenggang dengan baju adat yang mungkin hanya sekali dalam setahun. Selebihnya menjadi sebuah pertanyaan yang mungkin dapat terjawab ketika dewasa kelak bahkan tidak sama sekali seumur hidup. Ironis memang. Sebuah perayaan hari kelahiran seorang pahlawan emansipasi perempuan terancam menjadi berhenti pada simbolisasi kebaya, konde, atau pakaian adat lainnya belaka. Hal ini setidaknya pernah menjadi perhatian insan media setahun yang lalu. Dalam pemberitaanya, reporter TVRI (Televisi Republik Indonesia) (2008) mewawancari beberapa anak-anak yang tengah <span> </span>merayakan hari Kartini di sekolah. Mereka ditanya tentang makna mengenakan baju adat di hari Kartini. Hampir semua anak tidak mengetahui secara pasti substansi perayaan hari itu. Realitas tersebut tentu menjadi refleksi tersendiri bagi para pejuang perempuan. Cara memperingati yang bersifat seremonial tersebut dapat dikatakan sebagai bentuk kegagalan dalam menyampaikan pendidikan senstitiv gender pada anak. Padahal persoalan ketimpangan seperti yang juga diungkapkan Kartini merupakan persoalan kultural. Di mana aspek pendidikan dan sosialisasi menjadi faktor penentu konstruksi berpikir dan bertindak seseorang. Inilah hal yang penting untuk dicermati bahwa momen hari Kartini ternyata memiliki suatu peluang yang strategis untuk memberikan wacana sensitive gender bagi para generasi yang sedang tumbuh. </span></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam <span> </span>sejarahnya hari Kartini merupakan sebuah peringatan hari lahir Kartini sendiri yang tepat pada tanggal 21 April. Hal ini merupakan sebuah penghormatan kepada Kartini atas kiprahnya dalam mewacanakan emansipasi perempuan. <span lang="IN">Pada surat-surat Kartini</span>, kita dapat menemukan banyak <span lang="IN">pemikirannya tentang kondisi sosial saat itu, terutama tentang kondisi perempuan pribumi. Sebagian besar surat-suratnya berisi keluhan dan gugatan khususnya </span>mengenai penyimpangan <span lang="IN">budaya di Jawa yang dipandang sebagai </span>tekanan yang menghambat masa depan dan<span lang="IN"> kemajuan perempuan. </span>Kartini begitu kuat menginginkan perubahan terhadap perempuan agar<span lang="IN"> memiliki kebebasan menuntut ilmu dan belajar. Kartini me</span>ngungkapkan i<span lang="IN">de dan cita-citanya, seperti </span>yang tercatat dalam <span lang="IN">: <em>Zelf-ontwikkeling</em> dan <em>Zelf-onderricht</em>, <em>Zelf- vertrouwen</em> dan <em>Zelf-werkzaamheid</em> dan juga <em>Solidariteit</em>. Semua itu </span>berpijak pada <span><span> </span><em><span lang="IN">Religieusiteit, Wijsheid en Schoonheid</span></em><span lang="IN"> (yaitu Ketuhanan, Kebijaksanaan dan Keindahan), </span></span>yang dilengkapi dengan <span lang="IN"><span> </span>dengan <span style="color: #000000;"><em>humanitarianisme</em></span> (peri kemanusiaan) dan <span style="color: #000000;"><em>nasionalisme</em></span> (cinta tanah air).</span><span id="more-145"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Berbicang tentang ketidakadilan terhadap perempuan maka catatan Kartini dapat dikatakan masih cukup berkaitan dengan kondisi saat ini. Bedanya, saat ini budaya pingitan hampir tidak pernah dilakukan. Melainkan perempuan sudah banyak yang memiliki akses dan kesempatan untuk berkiprah di dunia publik. Namun cita-cita pembebasan Kartini belum sepenuhnya mencapai titik puncak. Sebab diskriminasi yang menempatkan perempuan sebagai korban justru mengekor pada dinamika ruang publik. Hal ini tidak sulit untuk dibuktikan. Kita tentu tidak asing dengan berbagai pemberitaan media mengenai nasib tragis para TKW(Tenaga Kerja Wanita). Ketimpangan kesejahteraan disebut-sebut sebagai alasan untuk perempuan menerima tawaran bekerja. Namun karena kemiskinan telah lebih dulu menjerat aksesnya terhadap pendidikan, maka dirinya bersedia menjadi TKW sebagai konsekuensi dari keterbatasan kapasitasnya.<span> </span>Namun sebagai tulang punggung keluarga, tak jarang mereka justru menjadi korban penipuan calo yang akhirnya terjebak pada tindak kekerasan, pelecehan seksual hingga perdagangan manusia. Atau kita bahkan sering menyaksikan sendiri beberapa ribu ibu-ibu kehilangan nyawanya saat melahirkan, angka kekerasan rumah tangga terhadap perempuan yang meningkat, dan seterusnya. Kondisi yang serba kekuarang lebih sering tidak menempatkan mereka pada kemudahan akses informasi, pendidikan, pelayanan dan perlindungan. Perempuan menjadi sangat dilematis karena tetap rawan baik di ranah domestik maupun publik. Jadi jika dahulu Kartini dengan keras berbicara agar perempuan segera dibebaskan dari belenggu patriarkhi dan kolonialisme. Maka saat ini musuh perempuan juga berkepala dua, yakni patriarkhi dan kapitalisme.. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">Kecepatan serangan yang dilakukan oleh kekuatan-kekuatan tersebut terus menjadi ancaman yang merugikan manakala perempuan tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk melawan. Oleh karena itulah sudah sejak dulu pula Kartini menyerukan agar perempuan memiliki kondisi berdayanya sejak dini, salah satunya melalui pendidikan. Hal ini juga lantas menjadi relevan ketika peringatan hari Kartini dijadikan suatu cara untuk memberikan pendidikan adil gender pada anak-anak<span> </span>seawal mungkin. Di mana materi adil gender dikemas dengan sangat sederhana dan aplikatif. Saat mendandani atau mengenakan anak perempuan dengan baju adat, ibu atau orangtua dapat sembari menerangkan bahwa ini adalah momen yang istimewa. Sebab pada hari tersebut seoarang pahlawan perempuan dilahirkan. Dan sanggul maupun kebaya merupakan sebuah simbol keperempuanan. Di mana seseorang yang memakainya tersebut kelak akan meneladani kecerdasan, keberanian, dan rasa membangun Kartini yang notabene adalah perempuan. Demikian halnya dengan anak laki-laki. Ibu atau orang tua dapat sekaligus mensosialisasikan bahwa hari Kartini merupakan pengingat agar laki-laki juga menjadi generasi yang unggul tanpa harus membeda-bedakan ras, agama, maupun aspek gender dalam perjuangannya menggapai cita-cita. Dengan demikian perayaan Kartini menjadi hal yang lebih bijaksana. Tatkala aktivitas ini tidak terjebak lagi pada simboliasasi konde, kebaya, surjan ataupun blangkon. Namun semua itu dapat menjadi simbol-simbol yang turut menyuarakan semangat adil gender. Dan saat anak-anak ditanya tentang makna hari tersebut, mereka dapat lantang menjawab bahwa saat ini adalah “hari Kartini” dengan jiwa dan pengetahuan yang terjaga. Sehingga peradaban yang lebih baik dapat terbangun melalui tangan-tangan keadilan dan keberpihakan mereka nanti.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.desinopsis.com/?feed=rss2&amp;p=145</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8230;..</title>
		<link>http://www.desinopsis.com/?p=143</link>
		<comments>http://www.desinopsis.com/?p=143#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2009 16:16:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Titik-titik Kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.desinopsis.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[sedang tidak ada waktu
untuk sedikit bermutu
biar saja begini membeku
seperti iringan salju
yang membuat matahari enggan beradu
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sedang tidak ada waktu</p>
<p>untuk sedikit bermutu</p>
<p>biar saja begini membeku</p>
<p>seperti iringan salju</p>
<p>yang membuat matahari enggan beradu</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.desinopsis.com/?feed=rss2&amp;p=143</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://www.desinopsis.com/?p=134</link>
		<comments>http://www.desinopsis.com/?p=134#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 16:40:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Titik-titik Kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.desinopsis.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[ 
 
 
Menulis. Saya sepertinya sedang mengalami masalah dengan kata tersebut. Bukan karena saya sudah menjadi frigid dalam keahlian merangkai kata hingga kalimat, tapi lebih pada suatu kebuntuan tentang tema apa yang hendak saya tulis. Mungkin keresahan tersebut akibat terlalu banyak hal yang saya alami dan lihat akhir-akhir ini. Sekilas memang seperti bukan hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]> <mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><a href="http://www.desinopsis.com/wp-content/uploads/2009/03/untitled.bmp"><img class="aligncenter size-medium wp-image-135" title="untitled" src="http://www.desinopsis.com/wp-content/uploads/2009/03/untitled.bmp" alt="" width="922" height="585" /><!--[if !mso]><br />
<mce:style><!  v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} --> </a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.desinopsis.com/wp-content/uploads/2009/03/untitled.bmp"> <!--[endif]--></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Menulis. Saya sepertinya sedang mengalami masalah dengan kata tersebut. Bukan karena saya sudah menjadi frigid dalam keahlian merangkai kata hingga kalimat, tapi lebih pada suatu kebuntuan tentang tema apa yang hendak saya tulis. Mungkin keresahan tersebut akibat terlalu banyak hal yang saya alami dan lihat akhir-akhir ini. Sekilas memang seperti bukan hal yang mewah untuk dipikirkan sehingga tampak seperti membesar-besarkan hal yang sederhana. Tapi itulah kebenaran. Di mana menulis sudah menjadi kebiasaan yang mendarah daging. Entah hal tersebut hadir akibat arahan lingkungan sosial saya atau memang itu terberi begitu saja. Ya, ini semakin tidak penting lagi untuk direnungkan. Yang jelas jika Socrates mengatakan, ‘aku berpikir maka aku ada’, maka saya lebih memilih secara ganjen bahwa ‘aku menulis maka aku ada’.</p>
<p style="text-align: justify;">Kembali pada persoalan kebingungan saya dengan menulis. Jujur, sebetulnya ketidakberhasilan saya untuk tidak menulis selama hampir satu bulan ini benar-benar membuat saya frustasi. <span id="more-134"></span>Blog menjadi seperti tampilan mati karena lama tidak diperbaharui (update), website menjadi seperti media yang rumit karena seperti tidak memberi inspirasi apa-apa, dan buku-buku seperti kristal mewah yang terbeli tapi hanya dapat dipandang. Belum lagi dengan beberapa pertanyaan teman-teman media atau sesama blogger, yang terus menanyakan, mana tulisan barumu, kenapa blognya tidak update, dan seterusnya. Ini semakin membuat runyam metabolisme tubuh dan gejolak adrenalin. Saya hanya menjawab, ‘saya masih sibuk’, atau ‘saya kalau sudah malam mengantuk jadi sulit untuk menemukan waktu yang panjang untuk menulis atau sekedar bercerita’. Sebab memang bagi saya, menulis bukan hanya sekedar menyandingkan kata-kata dari yang diawali huruf besar sampai dipertemukan dengan titik. Tapi menulis menurut saya menjadi lebih daripada itu. Karena saya termasuk tipikal orang yang sulit untuk mengada-ada atau berpusing-pusing ria untuk memaksakan diri membuat tulisan sementara tidak ada rasa (feel) yang pas. Meskipun pada hakikatnya, menulis tetap saja tergantung pada kemauan yang dikelola ditambah sedikit kesabaran untuk mencari alat atau kajian yang tangguh untuk membedahnya. Karena bagi saya, akan menjadi sulit jika menulis hanya sekedar mengejar gengsi atau popularitas. Mungkin populer dari tuilsan itu sah saja. Tapi akan menjadi sesuatu yang kurang bermakna jika popularitas dijadikan suatu pijakan yang ambisius untuk setiap pilihan aktivitas menulis. Tampak idealis memang. Tapi setidaknya hal ini yang saya yakini. Karena tulisan merupakan salah satu cara mengespreksikan diri tentang segala hal yang sedang dipikirkan atau dirasakan. Tidak menutup kemungkinan bahwa tulisan tersebut hanya berhenti pada konsumsi sendiri. Tapi juga tidak jarang ini dapat dijadikan media informasi bagi subjek yang lain. Seperti hakikat orang-orang Mesir Kuno yang menciptakan tulisan (merupakan sejarah awal munculnya tulisan) dalam bentuk gambar (hieroglyph). Mereka menggambarnya pada dinding, piramida, tugu, maupun daun papyrus. Tujuanya adalah untuk dapat mendokumentasikan setiap komunikasi yang sedang atau hendak dilakukan. Karena jejak tersebut akan memudahkan sejarah untuk mengamankan masa lalu dan bertutur dengan lebih bijak bagi masa depan. Seperti halnya saya, menulis adalah sebentuk nafas yang harus dihirup dan dihembuskan dengan sempurna. Sehingga tidak menimbulkan kesesakan karena orang lain tidak paham tentang makna tulisan yang mungkin akan diterbitkan sekaligus membebaskan penulis dari ruang hampa udara. Di mana penulis juga menjadi terus belajar dari tulisan yang mungkin berbentuk reflektif. Dan penulis juga tidak kering inspirasi karena tulisan yang diterbitkan ternyata membuka peluang dialog bagi pembacanya, karena ada kritik dan saran di sana. Ah, sampai pada titik ini saya tetap saja belum menemukan tema apa yang hendak saya tulis.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span><!--[if gte vml 1]><v:shapetype  id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" o:spt="75" o:preferrelative="t"  path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"> <v:stroke joinstyle="miter" /> <v:formulas> <v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0" /> <v:f eqn="sum @0 1 0" /> <v:f eqn="sum 0 0 @1" /> <v:f eqn="prod @2 1 2" /> <v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth" /> <v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight" /> <v:f eqn="sum @0 0 1" /> <v:f eqn="prod @6 1 2" /> <v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth" /> <v:f eqn="sum @8 21600 0" /> <v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight" /> <v:f eqn="sum @10 21600 0" /> </v:formulas> <v:path o:extrusionok="f" gradientshapeok="t" o:connecttype="rect" /> <o:lock v:ext="edit" aspectratio="t" /> </v:shapetype><v:shape id="Picture_x0020_1" o:spid="_x0000_i1032" type="#_x0000_t75"  style='width:69.75pt;height:60pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square'> <v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\User\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image001.png" mce_src="file:///C:\DOCUME~1\User\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image001.png"   o:title="" /> </v:shape><![endif]--><!--[if !vml]--><a href="http://www.desinopsis.com/wp-content/uploads/2009/03/untitled.bmp"><img src="file:///C:/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image002.jpg" alt="" width="93" height="80" /><!--[endif]--></a></span><span><a href="http://www.desinopsis.com/wp-content/uploads/2009/03/untitled.bmp"> </a></span><span><!--[if gte vml 1]><v:shape  id="Picture_x0020_4" o:spid="_x0000_i1031" type="#_x0000_t75" style='width:25.5pt;  height:60pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square'> <v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\User\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image003.png" mce_src="file:///C:\DOCUME~1\User\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image003.png"   o:title="" /> </v:shape><![endif]--><!--[if !vml]--><a href="http://www.desinopsis.com/wp-content/uploads/2009/03/untitled.bmp"><img src="file:///C:/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image004.jpg" alt="" width="34" height="80" /><!--[endif]--></a></span><span><a href="http://www.desinopsis.com/wp-content/uploads/2009/03/untitled.bmp"> </a></span><span><!--[if gte vml 1]><v:shape  id="Picture_x0020_7" o:spid="_x0000_i1030" type="#_x0000_t75" style='width:30pt;  height:60pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square'> <v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\User\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image005.png" mce_src="file:///C:\DOCUME~1\User\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image005.png"   o:title="" /> </v:shape><![endif]--><!--[if !vml]--><a href="http://www.desinopsis.com/wp-content/uploads/2009/03/untitled.bmp"><img src="file:///C:/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image006.jpg" alt="" width="40" height="80" /><!--[endif]--></a></span><span><a href="http://www.desinopsis.com/wp-content/uploads/2009/03/untitled.bmp"> </a></span><span><!--[if gte vml 1]><v:shape  id="Picture_x0020_10" o:spid="_x0000_i1029" type="#_x0000_t75" style='width:25.5pt;  height:60pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square'> <v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\User\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image003.png" mce_src="file:///C:\DOCUME~1\User\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image003.png"   o:title="" /> </v:shape><![endif]--><!--[if !vml]--><a href="http://www.desinopsis.com/wp-content/uploads/2009/03/untitled.bmp"><img src="file:///C:/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image004.jpg" alt="" width="34" height="80" /><!--[endif]--></a></span><span><a href="http://www.desinopsis.com/wp-content/uploads/2009/03/untitled.bmp"> </a></span><span><!--[if gte vml 1]><v:shape  id="Picture_x0020_13" o:spid="_x0000_i1028" type="#_x0000_t75" style='width:99pt;  height:60pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square'> <v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\User\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image007.png" mce_src="file:///C:\DOCUME~1\User\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image007.png"   o:title="" /> </v:shape><![endif]--><!--[if !vml]--><a href="http://www.desinopsis.com/wp-content/uploads/2009/03/untitled.bmp"><img src="file:///C:/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image008.jpg" alt="" width="132" height="80" /><!--[endif]--></a></span><span><a href="http://www.desinopsis.com/wp-content/uploads/2009/03/untitled.bmp"> </a></span><span><!--[if gte vml 1]><v:shape  id="Picture_x0020_16" o:spid="_x0000_i1027" type="#_x0000_t75" style='width:57pt;  height:60pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square'> <v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\User\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image009.png" mce_src="file:///C:\DOCUME~1\User\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image009.png"   o:title="" /> </v:shape><![endif]--><!--[if !vml]--><a href="http://www.desinopsis.com/wp-content/uploads/2009/03/untitled.bmp"><img src="file:///C:/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image010.jpg" alt="" width="76" height="80" /><!--[endif]--></a></span><span><a href="http://www.desinopsis.com/wp-content/uploads/2009/03/untitled.bmp"> </a></span><span><!--[if gte vml 1]><v:shape  id="Picture_x0020_19" o:spid="_x0000_i1026" type="#_x0000_t75" style='width:36.75pt;  height:60pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square'> <v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\User\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image011.png" mce_src="file:///C:\DOCUME~1\User\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image011.png"   o:title="" /> </v:shape><![endif]--><!--[if !vml]--><a href="http://www.desinopsis.com/wp-content/uploads/2009/03/untitled.bmp"><img src="file:///C:/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image012.jpg" alt="" width="49" height="80" /><!--[endif]--></a></span><span><a href="http://www.desinopsis.com/wp-content/uploads/2009/03/untitled.bmp"> </a></span><span><!--[if gte vml 1]><v:shape  id="Picture_x0020_22" o:spid="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" style='width:53.25pt;  height:60pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square'> <v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\User\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image013.png" mce_src="file:///C:\DOCUME~1\User\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image013.png"   o:title="" /> </v:shape><![endif]--><!--[if !vml]--><a href="http://www.desinopsis.com/wp-content/uploads/2009/03/untitled.bmp"><img src="file:///C:/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image014.jpg" alt="" width="71" height="80" /><!--[endif]--></a></span><a href="http://www.desinopsis.com/wp-content/uploads/2009/03/untitled.bmp"><strong></strong></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.desinopsis.com/?feed=rss2&amp;p=134</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>My Mun (Bagian 1)</title>
		<link>http://www.desinopsis.com/?p=128</link>
		<comments>http://www.desinopsis.com/?p=128#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 17:10:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Titik-titik Kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.desinopsis.com/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[ 

 Mun,
Begitulah aku memanggilmu sebagai cara mengagumimu. Aku tidak tahu apakah kau segenap hati sepakat dengan keputusanku memberimu nama baru itu. Namun yang pasti, aku merasa sangat senang karena bisa memperlakukanmu secara istimewa. Sebab bagiku yang istimewa berarti yang berbeda. Dan aku berani bertaruh bahwa tidak ada yang menyebutmu begitu selain diriku.  Hopefully, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Verdana","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Verdana; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Verdana; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><a href="http://www.desinopsis.com/wp-content/uploads/2009/02/rose-front.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-129" title="rose-front" src="http://www.desinopsis.com/wp-content/uploads/2009/02/rose-front.jpg" alt="" width="109" height="122" /></a> Mun,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Begitulah aku memanggilmu sebagai cara mengagumimu. Aku tidak tahu apakah kau segenap hati sepakat dengan keputusanku memberimu nama baru itu. Namun yang pasti, aku merasa sangat senang karena bisa memperlakukanmu<span> </span>secara istimewa. Sebab bagiku yang istimewa berarti yang berbeda. Dan aku berani bertaruh bahwa tidak ada yang menyebutmu begitu selain diriku. <span> </span>Hopefully, it can give you a bit comfortable, as well.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Mun,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Ah,<span> </span>aku kembali seperti manusia yang seperempat dewasa. Ini memang gila. Masa mengingatmu saja bisa membuat pipi ini merona dan sulit menghentikan tarikan bibir yang terus memaksa membentuk lengkungan simetris. Kau memang luar biasa , Mun.<span> </span>Aku jadi ingat tentang apa yang terjadi tadi pagi. Seperti biasa kau mengawali hari dengan berjalan menuju arah selatan. Perjalananmu agak terganggu sepertinya karena jalanan becek akibat hujan yang cukup deras semalam. <span> </span>Tapi kau tetap melenggang dengan menebarkan keramahan juga kesederhanaan. Gayamu hampir tidak mengalami perubahan yang besar sejak dulu. Aku pikir penilaianku ini cukup beralasan. Tujuh tahun bukan waktu yang sebentar untuk menghafalkan seluruh kebiasaan-kebiasaan unikmu. Rentang masa yang panjang itu juga sulit untuk aku tidak bisa menerima sisi menyebalkanmu dengan gembira. Seperti pagi tadi, tidak sedikit kau mengumpat di sela senyumu pada orang-orang di sepanjang jalan. Kau tidak suka hujan dan basah, itu aku paham. Karena menurutmu basah itu adalah salah satu gerbang menuju kotor. Dan tidak bersih itu sama sekali bukan pasangan tepatmu yang hanya memiliki baju berwarna putih. <span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">“Stupid moment! And very damn!”, begitu katamu sepanjang perjalanan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">“Hahahaha”, aku menyemarakkan kekesalanmu, Mun. Katakan saja semua yang ada di benakmu. Supaya kau lega. Kalau perlu lakukan apa saja yang kauinginkan padaku. Aku pasti akan menikmatinya dengan biasa. Sebab kenyamananmu adalah yang utama bagiku. <span id="more-128"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">“Aku tidak mungkin menyakiti orang lain hanya karena untuk memuaskan emosiku”. Aku sudah tahu kalau kau pasti akan berkata begitu. Kuperhatikan kau terus melaju dengan tergesa sambil menjaga agar air-air keruh itu tidak berubah menjadi noda di baju putihmu. Kau jadi tampak lebih memperhatikan bajumu daripada arah jalan yang sedang kau tempuh. Padahal jalanan begitu padat pagi itu. Maklumlah, semua orang berpikir sama bahwa harus segera sampai pada tujuannya di pagi yang becek itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">“Tet..tet…”. Aku sudah bilang berkali-kali, hati-hati saja, Mun jalannya. Tidak apa-apa terlambat, toh kamu juga tidak pernah absen untuk datang 10 menit lebih awal. Bos tempat kerjamu pasti tidak akan menegurmu atau memecatmu. Itu bunyi klakson ke lima yang mengarah padamu. Karena sejak tadi kau ingin cepat sampai tapi terus sibuk memperhatikan bajumu. Jalanan ini sangat ramai, Mun.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">“Ini bukan persoalan aku akan ditegur atau tidak kalau terlambat. Ini adalah masalah komitmen. Aku ingin membangun peradaban yang<span> </span>konsisten saja bagi dunia ini dalam segala hal. Dimulai dari yang dianggap kecil seperti ini”, terserah sajalah , Mun.<span> </span>Kau memang layak untuk menjalani kemandirian berpikirmu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Melihatmu begitu lincah seperti ini membuatku bersemangat sekaligus cemas. Kadang kau jalan cepat. Sesekali berlarian kecil. Kau menyebrang tanpa melihat kanan dan kiri. Kau seolah mengabaikan semua aturan main dalam mewujudkan keselamatan pejalan kaki. <span> </span>Sementara hampir semua pengendara kendaraan pribadi bertingkah seenaknya. Asal cepat, bisa menghindari kemacetan, dan berupaya mampu untuk saling mendahului. Jalanan sudah seperti ajang kompetisi untuk meraih juara balap dunia. Tentu saja<span> </span>para calon juara itu adalah orang-orang yang merasa memiliki kuasa kepemilikan personal tadi. Selain itu, pajak pengendara kendaraan pribadi yang tentu lebih mahal membuat mereka seperti merasa telah ikut membeli jalanan ini. Karena sudah seperti miliknya, maka mereka kendarai saja sekehendaknya dan sedikit sekali memperhatikan orang-orang pejalan kaki atau yang bersepeda. Kau seolah menantang itu, Mun. Kau selalu berpikir bahwa jalanan tetaplah tempat umum di mana semua orang berhak menggunakannya. Lalu lalang mobil yang sembrono itu, kau tepis begitu saja. Suara-suara klakson yang membanjiri langkahmu tak juga menjadi sumber kegentaran. Kau tetap saja melenggang. Angkuh namun juga menawan. Ah, tapi kadang keyakinanmu itu terlau sepi, Mun. Sebab kompetisi tenyata lebih banyak peminatnya. Lihat saja saat kau tiba di perempatan itu. Seharusnya kendaraan yang dari arah kirimu berhenti karena lampu sudah menyala merah. Jadi ini waktu dari para penyebrang dari sisi kanan untuk lewat. Tapi mobil sedan <span> </span>itu sepertinya tak kalah tergesanya darimu. Pengendara itu seperti ingin menahan lampu kuning yang dilihatnya dalam jarak tempuh kurang dari lima meter. Kecepatannya ditambah agar tidak tertahan pada lampu merah. Tapi lampu sudah menyala merah tepat di saat pengendara itu sulit untuk berubah pikiran. Mobil tidak dapat dikendalikan. Kau pun tidak mungkin dihentikan lagi, Mun. Dan,<span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">“Brakkkkk!!!! “ Kau terpental tanpa negosiasi, Mun! kecelakaan itu menjadikanmu tak sadarkan diri. Perih sekali rasanya mataku melihat semangatmu tercekat tak sempurna begitu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Semua orang berkumpul membentuk kerumunan. Belum ada yang berani menolongmu, Mun. Padahal sudah jelas, darahmu banyak tercecer. Kau bisa mati tapi jangan. Kutembus gerombolan yang hanya bisa menghasilkan suara riuh bukan solusi itu. Aku angkat kau dan kularikan segera ke rumah sakit dengan taksi. Tidak jelas apa yang ada dalam otakku saat itu, Mun. Aku hanya ingin segera sampai ke rumah sakit dan memastikan kau baik-baik saja.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">“Cepat, Pak. Kerahkan semua kemampuan menyetirmu agar nyawa orang ini dapat diselamatkan”. Aku memohon berkali-kali pada sopir taksi dengan suara yang bergetar. Aku ingin menjerit dan menangis, Mun. Sungguh, aku tidak sanggup melihat kelukaan ini. <span> </span>Bisakah kau merasakan ketidakmenentuan batinku melihatmu hampir hancur seperti ini. Meski kerupawananmu tidak luntur tapi aku sungguh tidak bisa berkawan dengan pucat pasi wajahmu. Segeralah bangun, Mun. Jangan kau buat hidupku tak lebih baik dari arwah gentayangan karena <span> </span>ingin menyusul<span> </span>kepergianmu dengan mengharap kematian. Apa yang harus kuperbuat agar kau tetap <span> </span>hidup, Mun?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em>Bersambung&#8230;.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.desinopsis.com/?feed=rss2&amp;p=128</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Si Bapak</title>
		<link>http://www.desinopsis.com/?p=121</link>
		<comments>http://www.desinopsis.com/?p=121#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2009 15:13:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikulasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.desinopsis.com/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[ “Untuk apa memberikan materi peran perempuan pada masyarakat??!!”
Pertanyaan tersebut terdengar lebih mirip dengan hardikan. Kata-kata tersebut jelas ditujukan tepat di depan hidung mancung kami saat hendak meminta konfirmasi perihal  undangan pembicara pada salah satu pejabat pemerintah siang itu. Mungkin hal tersebut dilakukan agar kami  lebih kaya dalam hal perspektif. Tapi bisa juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><img src="file:///C:/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /><img src="file:///C:/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /><a href="http://www.desinopsis.com/wp-content/uploads/2009/02/newsimageashx.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-122" title="newsimageashx" src="http://www.desinopsis.com/wp-content/uploads/2009/02/newsimageashx.jpg" alt="" width="113" height="136" /></a> “Untuk apa memberikan materi peran perempuan pada masyarakat??!!”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Pertanyaan tersebut terdengar lebih mirip dengan hardikan. Kata-kata tersebut jelas ditujukan tepat di depan hidung mancung kami saat hendak meminta konfirmasi perihal <span> </span>undangan pembicara pada salah satu pejabat pemerintah siang itu. Mungkin hal tersebut dilakukan agar kami <span> </span>lebih kaya dalam hal perspektif. Tapi bisa juga sikap itu sebagai pencitraan seorang penguasa yang ingin menunjukan superioritasnya belaka tanpa substansi yang jelas.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Perbincangan dengan sang pejabat diawali dengan urusan perijinan dengan ajudan. Waktu itu kami menginginkan sang pejabat dapat memberikan materi tentang kebijakan pemerintah yang terkait dengan bencana. Hal ini kami inisiasi agar komunitas dampingan dapat termotivasi untuk bahu membahu mewujudkan sebuah kelompok yang berketahanan (cieeee). Tadinya, ajudan menyarankan agar tidak perlu menemui sang pejabat, karena materi-materi yang kami minta sudah sering bapak presentasikan. Jadi bapak sudah <span> </span>dapat dikategorikan ‘khatam’, tanpa perlu diberikan arahan lagi. Sampai disini, saya merasa geli juga. Apa mungkin seorang pejabat sekelas itu akan menggunakan lembar-lembar presentasi<span> </span>yang sama pada setiap kesempatannya tampil. Padahal belum tentu kelompok yang akan diceramahi tersebut memiliki karakteristik yang sama baik dari segi intelektualitas, kultur, maupun posisi politisnya. Siapa ini yang gila? Ajudannya yang sok tahu atau memang itu amanah dari seorang pejabat yang malas untuk sedikit berpikir?<span id="more-121"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Kegelian tersebut justru membuat kami semakin ingin bertemu si bapak pejabat. Karena jika memang materinya sama dengan yang sebelumnya, kami merasa khawatir juga kalau nanti justru tidak pas.<span> </span>Setelah bernegosiasi<span> </span>sebentar dan sebetulnya memang tidak terlalu sulit membujuk ajudan tersebut agar kami bisa bertemu tuannya, maka kami diperkenankan untuk menjadi antrian. Fase menunggu ini berdurasi hingga satu jam. Tapi memang di daerah yang saya datangi ini sistem birokrasinya tidak terlalu rumit. Atau mungkin saya sedang beruntung saja, hanya menunggu satu jam.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Tanpa banyak persaratan lagi, akhirnya kami memasuki ruangan ber-ac yang tidak terlalu mewah tapi cukup besar untuk dihuni satu orang saja. Dengan sedkit berbasa-basi, kami mengiyakan sambutan dua asisten yang kebetulan diminta bapak untuk masuk di ruangannya juga. Tidak ada yang saya lakukan selain langsung duduk saja di ruang tamu. Berbeda dengan dua asisten<span> </span>tadi yang membungkuk-bungkuk dulu dengan atasannya. Pemandangan tersebut cukup aneh. Apakah masih susah untuk tetap berdiri sama tinggi saja tanpa harus menunjukan symbol-simbol feodalisme di jaman yang katanya sudah reformasi ini? Karena ini cuma masalah pembagian kerja saja. Kebetulan saja si bapak itu memiliki tanggung jawab yang lebih besar daripada asistennya. Persoalan saling menghormati itu memang sudah sepatutnya dilakukan oleh semua orang. Tidak perlu membungkuk-bungkuk sampai hendak berlutut seperti itu hanya karena menganggap orang tersebut atasannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Akhirnya semua orang duduk pada lingkaran yang sama di ruangan tersebut. Dan tiba giliran saya untuk menjelaskan maksud dan tujuan bertandang dan menghadap siang itu. Sesampainya pada kalimat penjelas yang terakhir, si bapak diam dan membaca-baca TOR yang disertakan. Saya juga tidak ragu untuk ikut diam, menunggu jawaban “baik”, “terima kasih” atau semacamnya. Tapi ternyata harapan tersebut jatuh sebelum kuat tergantung. Dengan berlindung pada kata “mengkritik” beliau mengungkapkan ketidaksepakatannya tentang materi perempuan. Seperti yang sudah diuangkapkan di atas, nada keras tersebut meninggalkan kesan kaget untuk beberapa detik. Tapi setelah mendengar alasan si bapak yang sama dengan kebanyakan, kesan tersebut akhirnya berubah menjadi rasa maklum, karena memang isu-isu semacam itu masih dianggap isu yang terlampau genit atau kemayu untuk disiarkan di sembarang tempat. Materi perempuan, kesetaraan apalagi yang menyenggol soal gender hanya layak di kalangan para perempuan-perempuan pembangkang yang tidak malu membicarakan kemaluan atau yang dengan gagah berani turun ke jalan menuntut perubahan. Wacana tersebut dicitrakan sebagai sesuatu yang eksklusive dan hanya menemui pestanya pada golongan-golongan tertentu. Sementara pada masyarakat lokal<span> </span>atau arus bawah, hal tersebut menjadi barang mewah yang sulit dibumikan sehingga tidak perlu diberitakan. <span> </span>Karena materi tersebut dikhawatirkan menjadi sesuatu yang sia-sia dan tidak menjawab kebutuhan apapun.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Bapak pejabat sekali lagi bersikeras untuk mendiskusikan bencana pada aras umum saja, tidak perlu mengkotak-kotakan isu hingga pada wacana gender. Jika ditarik pada konsep yang lebih teoritis, si bapak ini meyakini suatu analisis kelas untuk menyelesaikan persoalan perempuan. Di mana hal ini segaris dengan membawa masalah perempuan pada jebakan pemikiran universal<span> </span>yang sarat dengan penipuan. Padahal dalam realitasnya, berbagai riset menemukan jumlah korban perempuan selalu lebih banyak daripada laki-laki. Data UN/IASC menyebutkan bahwa perempuan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menjadi korban. Tercatat 120 ribu orang perempuan<span> </span>meninggal akibat badai siklon di Bangladesh pada tahun 1991. Kondisi ini disebabkan oleh keterbatasan informasi, akses, dan mobilitas perempuan dalam situasi gawat darurat. Tidak perlu jauh hingga ke negeri seberang, pada gempa Bantul saja, dari 281 orang di dusun Gedongan, 140 ibu-ibu menjadi korban.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Tidak sulit sebenarnya untuk mengurai penjelasan mengenai korban perempuan yang dominan tersebut. Dalam dinamika interaksi kultural masyarakat kita masih banyak cara pandang bahkan pilihan sikap untuk mendiamkan perempuan pada keterbatasan. Ruang lingkup perempuan yang berperan sebagai ibu dan istri seolah hanya berhenti pada sudut-sudut rumah dan dapur yang berasap. Mereka tidak perlu terlalu banyak mencari pengetahuan, di luar cara mengganti popok bayi dan tabah menghadapi rengekan suami di tempat tidur. Hal ini dipertegas juga dalam riwayat yang diceritakan dalam sebuah film, bahwa perempuan sudah mendapat surganya tanpa harus ikut berpendapat yang seolah telah menjadi wahyu absolut bagi laki-laki. Padahal kemampuan untuk mendapatkan akses dan keluasan wacana adalah persoalan hak. Karena menurut hukum nilai, perempuan juga manusia yang memiliki serangkaian potensi terukur yang dapat berkembang. Akhirnya, kungkungnan tersebut membuat perempuan menjadi katarak ketika dituntut untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih sistematis. Misalnya saat gempa terjadi. Pembagian peran yang cenderung mendomestifikasikan, membuat perempuan lebih rentan untuk tertimpa bangunan yang menyebabkan kecacatan hingga <span> </span>kematian. Keawaman tentang informasi juga membuat perempuan tidak lebih gesit untuk mencari alternatif penyelamatan. Apalagi jika ini menimpa ibu-ibu hamil. Sungguh sangat kompleks dan tidak selesai sampai di sini. Pasca reruntuhan, perempuan juga masih dihadapkan pada masalah lain, seperti kesehatan reproduksinya. Sebab dalam situasi bencana tuntutan air bersih, pembalut dan alat kontrasepsi yang merupakan kebutuahan keseharian menjadi terabaikan akibat dari aturan universum tadi yang juga memberlakukan cara pikir patriarkhis. Jika demikian siapa yang akan bertanggung jawab? Atau kalau sulit dengan pertanyaan tersebut maka ; Apa masih akan menempatkan perempuan pada sudut sejarah yang minor jika kesakitan-kesakitan tersebut menimpa ibu kita, saudara perempuan kita, bahkan anak perempuan kita?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Jadi bapak pejabat yang tidak akan meluntur kehormatannya, kehidupan perempuan bukan berasal dari ide-ide besar yang umum melainkan dari kehidupan sehari-hari yang mereka jalani. Di mana di dalamnya memuat percik-percik ruang pribadi yang penuh dengan kepentingan-kepentingan feminitas yang sederhana dari luar namun sangat kompleks di dalamnya. Maka pemahaman mengenai peran perempuan dalam bencana bukan untuk mengajarkan perempuan agar menggugat kodrat melainkan untuk membuat mereka dapat mengidentifikasi dirinya sebagai subjek. Sebab<span> </span>kebenaran akan kemauan, kebutuhan dan kepentingan perempuan hanya dapat ditemukan dari suara perempuan itu sendiri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Bapak, seperti layaknya manusia<span> </span>pada umumnya, masyarakat tidak sebodoh yang kita pikirkan meski juga tidak sepintar yang diperkirkan. Oleh karena itu, persoalan kesetaraan hingga masalah kebertahanan dalam kebencanaan pun sebetulnya bukan hal yang asing bagi keseharian. Hanya saja mereka memiliki bahasanya sendiri. Acara-acara pelatihan semacam ini hanya untuk mempertebal ruang artikulasinya sehingga membentuk jaring pengaman yang lebih kuat. Maka berhentilah untuk berlama-lama mendinginkan tubuh pada ruang teduh dan ber-ac itu dan perbanyaklah berbincang pada mereka yang tidak mengeluh pada panasnya siang, yang tidak menyerah pada kegetiran hidup atau yang tidak berhenti bosan menelan ketidakadilan. Niscaya bapak akan menjadi wakil rakyat yang bijak dan dapat lebih rendah hati dalam melihat sesuatu, tanpa harus berteriak ‘tidak setuju’ sebelum pemahaman tersebut tercerna sempurna.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.desinopsis.com/?feed=rss2&amp;p=121</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wajah Perempuan di Parlemen</title>
		<link>http://www.desinopsis.com/?p=114</link>
		<comments>http://www.desinopsis.com/?p=114#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2008 16:13:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikulasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.desinopsis.com/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[Dimuat di www.mediabersama.com tanggal 31 Desember 2008

Kontroversi dalam penyelenggaraan pemilihan umum 2009 kembali terjadi. Kali ini berkaitan dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai penghapusan nomor urut. Beberapa partai politik mendukung regulasi tersebut demi mendorong keberhasilan proses demokrasi. Sebab dalam sistem nomor urut, calon anggota legislatif yang ada pada nomor urut belakang cenderung memiliki peluang yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Dimuat di <a href="http://mediabersama.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=2159:wajah-perempuan-di-parlemen&amp;catid=932:pandangan&amp;Itemid=110">www.mediabersama.com</a> tanggal 31 Desember 2008</em></p>
<div class="img_caption left" style="float: left; width: 100px;"><img class="caption" title="Desintha Dwi Asriani" src="http://mediabersama.com/images/stories/kontributor/desintha_dwiasriani..jpg" border="0" alt="" width="100" height="92" align="left" /></div>
<p>Kontroversi dalam penyelenggaraan pemilihan umum 2009 kembali terjadi. Kali ini berkaitan dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai penghapusan nomor urut. Beberapa partai politik mendukung regulasi tersebut demi mendorong keberhasilan proses demokrasi. Sebab dalam sistem nomor urut, calon anggota legislatif yang ada pada nomor urut belakang cenderung memiliki peluang yang kecil untuk menang. Suara yang berhasil didapatkan akan dilimpahkan kepada ccalon dengan nomor urut jadi.</p>
<p>Selain merugikan beberapa calon, para pemilih juga sering mengalami kekecewaan. Sebab calon yang dipilihnya justru tidak menang sementara yang tidak diminati justru mampu duduk di parlemen. Maka gagasan penghapusan nomor urut tersebut selain memberikan porsi persaingan yang lebih progresif juga dapat membuat para pemilih merasa tidak sia-sia untuk memberikan suaranya.</p>
<p>Namun hal ini tidak sejalan dengan beberapa calon perempuan. Dalam proses pemenuhan kuota 30% sendiri perempuan sudah mengalami beberapa kendala. Mulai dari terbatasnya sumber daya perempuan yang bersedia mencalonkan diri sebagai anggota parlemen hingga pandangan minor dari kultur patrarkhi yang terus menghujam kepercayaan diri kandidat perempuan. Apalagi saat ini ditambah dengan penghapusan sistem nomor urut. Hal ini praktis membuat perempuan harus memutar otak menentukan strategi kampanye yang jitu.<span id="more-114"></span></p>
<p>Dalam paket sejarah budaya kita cenderung tumbuh dalam lingkungan yang menganut paham patriarkhi. Dimana keyakinan terhadap nilai-nilai superiotas laki-laki berada pada derajat kesempatan yang lebih tinggi. Sementara konsepsi liyan bagi perempuan masih cukup menancap. Ideologi yang tertanam sangat kuat dalam masyarakat ini menjadi dasar berpikir dan bertindak setiap orang. Hal ini membentuk paham atau konstruksi sosial dengan relasi yang timpang antara perempuan dan laki-laki dengan menempatkan perempuan hanya untuk terlibat dalam urusan domestik semata, tidak dalam urusan publik.</p>
<p>Apalagi mengambil keputusan untuk mengatasi permasalahan di masyarakat dan pemerintahan. Bergaris lurus dengan ungkapan Lely Zaelani (2007), bahwa politik akhirnya dipahami sebagai sesuatu yang negative (politiking), afiliasi suatu partai politik, dan dihubungkan hanya dengan mereka yang berkuasa, dimana laki-laki mendominasinya. Sehingga dalam keseharian, sebagaimana ditemukan di banyak negara, menunjukkan bahwa politik perempuan adalah politik keseharian.</p>
<p>Politik keseharian tersebut dianggap sebagai momok ketika perempuan akhirnya harus berpartisipasi dalm pentas publik. Mereka khawatir perempuan akan kesulitan melakukan adaptasi karena terlalu lama bergulat pada wilayah domestik. Beberapa media bahkan mengungkapkan bahwa dalam sistim distrik calon legislatif perempuan umumnya diprediksikan akan amat sulit bersaing secara tajam dengan calon laki-laki. Kesulitan utama karena sosial dan kultural perempuan tidak diuntungkan dalam masyarakat akibat adanya stereotip dan domestikasi peran perempuan. Ini tidak saja secara signifikan mempengaruhi preferensi pemilih, tetapi juga berdampak pada kenyataan, kebanyakan kandidat laki-laki lebih memiliki dana, jaringan dan akses.</p>
<p>Padahal menurut Margaret Dongo (2002), peran-peran domestik yang selama ini melekat justru menjadikan perempuan sebagai tokoh yang lebih dekat dengan detail kehidupan baik secara personal maupun kelompok. Sebagai ibu, perempuan belajar banyak mengenai cara untuk mengendalikan seseorang untuk kemudian menggiringnya, baik secara instruktif maupun dialogis.</p>
<p>Hal ini merupakan adopsi dari cara mereka mengasuh bayi, membujuk anak agar berhenti menangis, mengajak anak agar rajin berangkat sekolah, bersedia belajar dan mengamalkan kebaikan lainnya. Saat berperan sebagai istri, perempuan banyak belajar untuk menjadi pendengar yang baik, cara meredam konflik dan pemikir yang strategis dalam mengatasi berbagai masalah.</p>
<p>Istri biasanya memiliki inisiatif untuk menemukan alternatif solusi bagi masalah yang dikeluhkan suami maupun saat terjadi perselisihan dalam rumah tangga. Sebagai anggota masyarakat, perempuan lebih banyak menggunakan rasa kasihnya yang jujur dalam mengkritisi dan mengapresiasi lingkungannya. Seperti pada kegiatan Pos Layanan Terpadu (Posyandu), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan pendidikan Lanjut Usia (Lansia) yang lebih banyak beranggotakan pengurus perempuan. Aktivitas tersebut membuat perempuan memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang kondisi dan kebutuhan utama setiap generasi.</p>
<p>Oleh karena itulah pada setiap kesempatan perempuan adalah subjek yang senantiasa mampu membagi informasi, pengetahuan, dan inspirasi. Sehingga sulit untuk menemukan celah yang mengatakan bahwa perempuan tidak memiliki pengalaman yang handal dan implementatif dalam menformulasikan strategi meraih kemenangan pada politik praktis. Sebab, perempuan akan terus mengandalkan metode-metode femininya yang khas dalam berkampanye.</p>
<p>Pendekatan persuasif, pemetaan konflik, dan perumusan gagasan solutif yang telah dipelajari lama dalam emosinya tersebut merupakan modal yang besar. Agar cita-cita mewujudkan parlemen yang juga memiliki keberpihakan terhadap kaum ibu mampu tercapai. Hal tersebut pararel dengan seruan Anna Tijabuka (2002) bahwa jika perempuan mencoba masuk dalam dunia politik dan berusaha bersikap seperti laki-laki, ini tidak akan berjalan. Perempuan harus membawa perbedaannya, emosinya, caranya melihat sesuatu, bahkan penelusuran terhadap proses.</p>
<p>Secara teoritis Irigaray juga menegaskan bahwa dalam membangun budaya keadilan gender berarti menghormati kedua jenis kelamin. Di mana perempuan memiliki hak untuk dilihat sebagai dirinya yang utuh tanpa wacana maskulin sebagai tolok ukurnya. Oleh karena itulah, pemenuhan kuota 30% sebetulnya adalah ajang menguak kepercayaan diri identitas pejuang perempuan. Selain itu juga memuat peluang untuk mendekonstruksi nilai-nilai feminitas yang dianggap remeh temeh selama ini menjadi salah satu hal yang potensial dalam pengembangan metode kampanye.[end<a href="http://mediabersama.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=2159:wajah-perempuan-di-parlemen&amp;catid=932:pandangan&amp;Itemid=110"></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.desinopsis.com/?feed=rss2&amp;p=114</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku Berubah?</title>
		<link>http://www.desinopsis.com/?p=107</link>
		<comments>http://www.desinopsis.com/?p=107#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2008 03:37:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Titik-titik Kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.desinopsis.com/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[ 

 
   Kenapa kamu berubah sekarang? Aku sepeti tidak mengenalmu lagi?

Dua pertanyaan itu terdengar sambil lalu, tapi ternyata justru menjadi sesuatu yang tidak berhenti di pikiranku. Karena pertanyaan itu muncul dari orang yang teramat dekat denganku. Dua perempuan luar biasa yang selalu ada dan akan ada itulah yang bicara langsung di depan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]> <mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span><a href="http://www.desinopsis.com/wp-content/uploads/2008/12/dsc07326.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-108" title="hip..hip." src="http://www.desinopsis.com/wp-content/uploads/2008/12/dsc07326-225x300.jpg" alt="" width="160" height="207" /></a><span lang="SV"> </span><span lang="SV"> Kenapa kamu berubah sekarang? Aku sepeti tidak mengenalmu lagi?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Dua pertanyaan itu terdengar sambil lalu, tapi ternyata justru menjadi sesuatu yang tidak berhenti di pikiranku. Karena pertanyaan itu muncul dari orang yang teramat dekat denganku. Dua perempuan luar biasa yang selalu ada dan akan ada itulah yang bicara langsung di depan kesadaranku, bahwa yang kulakukan dan kuucapkan seperti bukan lahir dari diriku yang sejati. <span> </span>Aku berubah? Kembali aku mempertanyakan itu pada diriku sendiri. Bagaimana</span><span lang="FI">, mengapa, dimana, siapa bahkan mungkin apa? Kata-kata itu mejadi penyerta kemudian. Setelah kupikir-pikir, memang ada benarnya mereka. Lagi pula terlalu sulit juga bagiku untuk tidak membenarkan mereka. Sebab keberadaan yang lama mungkin membuat mereka justru lebih paham tentang siapa diriku berikut kebiasaan-kebiasaanku, mulai dari yang norak sampai yang kelewat santun. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="FI">Yeahhh, semua berawal dari pertemuan dunia maya yang hampir tidak pernah absen kita lakukan. Oh Tuhan, chatting saja bisa gitu hanya dengan mereka. Tapi memang kok, duniaku terasa begitu nyaman meskipun hanya bicara dengan dua cecunguks (pake s) ini (hihihi). Tadinya kita hanya ngobrol tentang rencana tahun baru atau jadwal jalan-jalan selanjutnya. Tapi bukan kita kalau akhirnya tidak jadi merumpikan hal-hal pribadi. </span><span lang="SV">Hahaha&#8230; sepertinya memang sudah lama tidak ada yang privat pada kami bertiga. Persahabatan ini terlalu menggairahkan untuk sebuah rahasia. Maka, saat tiba giliran aku bercerita (jane yo ra sengojo ki, terbawa suasana kalian saja), mereka heran dengan yang kurasakan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">”Gila, itu hal ga penting untuk kau pendam”, mereka berteriak (chatting ko iso bengok-bengok). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="FI">”Speak up aja kenapa sii?? </span><span lang="SV">Desi gitu lo!”, belum sempat aku membela diri dan menjelaskan, mereka sudah mengamunisi lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Mudah saja aku bicara. Tidak ada alasan yang rumit yang mencegahku untuk bicara. Itu jika merujuk pada kapasitas dirku sebagai manusia. Tapi sekali lagi, aku tidak mau dianggap merasakan atau berpikir tentang sesuatu yang sama sekali ada di dalam hatiku maupun otakku. </span><span id="more-107"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="FI">”Lah, tapi sekarang liat kenyataannya deh. Kamu merasa begitu kan?”, sanggah mereka (koor, hahaha).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="FI">Seharusnya aku tidak merasa itu karena jelas sekali bahwa sama sekali tidak ada yang penting. Tapi keadaan dan pilihan sikap si subjek yang lain itu membuat aku jadi seolah-olah begitu. Ya, aku tidak mau lah. </span><span lang="SV">Dan jika dikeluarkan sebagai bahan diskusi, maka akan cenderung menjadi bahan perdebatan. </span><span lang="FI">Jangankan didebatkan, dipikirkan saja begini sudah membuatku risih. Wong ga penting! La kalau dijadikan bahan diskusi malah jadi keliatan penting. Yo wagulah. Aku pengen ditemani di hari libur seperti hari ini saja, kadang luput dari pikirannya ko. </span><span lang="SV">Kan yang penting aku tahu dia cinta, lainnya pikir sambil jalan. Pfff&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">”Jadi sekarang persoalannya ’desi gengsi’, begitu?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Pertanyaan itu kusadari bukan sebuah ejekan, tapi rasa empati yang memang sangat tepat. Aku jelas gengsi! Kondisi dan kemapanan posisiku jelas membuatku menjadi teramat malas untuk disebut memiliki rasa dan pikiran yang mungkin akan dituduhkan. Untuk apa aku merasa begitu? Terlalu besar energi yang akan terbuang bukan?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="FI">”Bukannnnn”, (koor lagi mereka, asemmm.)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="FI">Tapi ya mbok biasa wae gitu lo. </span><span lang="SV">Bersikap yang biasa-biasa saja kalau memang itu tidak penting. Kalau sampai ada yang disembunyikan, justru membuatku jadi berpikir macam-macam, curiga dan sebagainya. Padahal aku akan sangat berlaku objektif dan kompormis untuk segala hal. La wong namanya membangun cinta, kan yo kudu ono tepo seliro. Kenapa dia tidak membaca kesadaranku itu? Kenapa? Kenapa?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">”Ya, bisa dipahami kalau akhirnya kamu memilih diam, meskipun kamu adalah perempuan yang terlalu kuat untuk<span> </span>memilih bersandar pada kebisuan”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Pada akhirnya mereka berhasil memahami kediamanku meskipun tidak ingin bersama-sama sepakat atas pilihan konyolku. Ada kekhawatiran aku kembali terjebak pada ’power game’ dalam berelasi. Aku sangat sadar rasa yang terpendam akan berpontensi menjadi ledakan yang luar biasa merusak nantinya. Artinya, sama saja aku sedang memelihara kerentanan dan menyiapkan ancaman sehingga menimbulkan bencana yang menyakitkan (ya ampunn bahasane&#8230;DRR banget!). Yowis..yowis.. tapi njuk piye nu??? Huhuhu&#8230; SOS!!!!!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">TANDUKAN/NB/PS : Wuiihhh&#8230;. sudah larut. Ya sudah, mari kita lanjutkan besok. Tulisan yang tidak teratur dan ga jelas ini sepertinya memang hanya bisa dimengerti bagi orang-orang yang selingkaran saja atau cuma aku saja (haha, mbuhlah). Maaf. </span>Thanks much for my great angles. You all are my best now and ever. Keep me on your cheerful, always!!! Semoga catatan ini membantu menjadikan protes yang terpendam itu terus jauh ke dalam, membusuk dan akhirnya terbuang, <span> </span>terlupa. Jadi tidak perlu ada yang meledak.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">*Miz u so in the damn time like these darkness holiday. Hhh…</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.desinopsis.com/?feed=rss2&amp;p=107</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kecantikan yang Egois</title>
		<link>http://www.desinopsis.com/?p=100</link>
		<comments>http://www.desinopsis.com/?p=100#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2008 17:32:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Titik-titik Kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.desinopsis.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[ 

Perjalanan ini terlampau singkat untuk merapatkanmu pada sela nafasku yang panjang. Dalam setiap tarikan yang sulit untuk tersengal, kau seperti merengek ingin juga aku hirup. Tapi aku sungguh takut itu akan membuatku sesak dan menghentikanmu. Bersandarlah dulu sejenak disini, di dalam kehangatan yang erat, mungkin juga sangat. Aku bersumpah tidak akan mengingkarimu dalam batas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Perjalanan ini terlampau singkat untuk merapatkanmu pada sela nafasku yang panjang. Dalam setiap tarikan yang sulit untuk tersengal, kau seperti merengek ingin juga aku hirup. Tapi aku sungguh takut itu akan membuatku sesak dan menghentikanmu. Bersandarlah dulu sejenak disini, di dalam kehangatan yang erat, mungkin juga sangat. Aku bersumpah tidak akan mengingkarimu dalam batas kendali. Seluruhnya telah beratur dan berurutan. Kita pasti akan mengadu seluruh indra dalam basah peluh, dengan teriakan yang bebas kau suarakan. Tapi kali ini aku ingin hanya ada aku dan kau. Hanya ada kita dan kecantikan egois yang sempurna. Maka tunggulah, sampai semua orang terlelap dengan kepastiannya masing-masing. Hingga seluruh lampu kota meredup perlahan. </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.desinopsis.com/?feed=rss2&amp;p=100</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Veil of Veiled Woman</title>
		<link>http://www.desinopsis.com/?p=98</link>
		<comments>http://www.desinopsis.com/?p=98#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2008 05:30:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikulasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.desinopsis.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Live in the place that is full of structure and cultural meaning, creates the unique dynamic. There are in the diversity point of view, dynamic of value realization, even conflicts. They likes of the environment that I do interact. I am a woman that grows in the society with the quite strong theology understanding, though [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Live in the place that is full of structure and cultural meaning, creates the unique dynamic. There are in the diversity point of view, dynamic of value realization, even conflicts. They likes of the environment that I do interact. I am a woman that grows in the society with the quite strong theology understanding, though I am not faithful like them. In this society, a woman is constructed as an asset, because the role is only as a reproductive source. This perspective makes the culture to defend the woman wholeness is implanted and inherited by go on. The wholeness here means the virginity value. The ‘good’ woman is only that the own hymen was torn by the legal husband genital. Thus, to protect the woman so that she always remembers that tradition, she should wear veil. It is called culture, something engaging that it particularly will form the social relation structure, social praxis, the symbolic systems and engage the identity group, cohesively.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Besides, the culture concept is a concept that will grow and follow the social change, involving all people activities. It relates with the value displacement of the veil and virginity. By the time, Virginity is not the absolute element in pretending the ‘good’ woman. Tradition of giving the hymen in ‘marriage first night’ is deemed as a gift to patriarchy power. Anyway, there is no rule of defending the ‘bachelorhood’. By the same token, the woman who is not virgin before the right time, whatever the reason, will accept the normative stigma. Woman, lastly, builds awareness, that her body has right to choose the own interaction object. Then, how about the veil? Here, veil experiences the value displacement that turns so far. Using the veil seems to use the ‘chasing’. It is only an expressive accessory. Veil appears as a symbol of a fashion, not a ‘virgin’ fortress, so that the woman always becomes the person without any ‘disrepute’. Based on that, we find the strong relation between the culture, value system, and the implication in social system. Since the culture has the strong relation with the humanity and social dimension, so the culture understanding is not defined as an ‘artifact’ but the process that can explain the social change direction. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"><span style="mso-spacerun: yes;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">The concept of culture is also appeared in the space and time that will provide the different understanding about role and essence culture, in the next. Since, so many people still agree with the culture to defend ‘virginity, through the different analysis.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Society in this discussion, says that keep the ‘virginity’ and ‘bachelorhood are two important things. This culture becomes the foundation in keeping public health. Since the endemics of HIV.AIDS, STD (Sexually Transmitted Disease) is assumed as the concrete implication of free sex activity. There is not only stopping in the normative idealism, but also in the veil symbolization. Now, we can find the logic explanation about relation of veil and virginity than before. ‘Veil’ is not only for head covering, but it is pressured on manifestation of self defensive of ‘body genital’. So, man should wear ‘veil’ as well so that the culture of interaction in society becomes discursive and transformative not dominative. Some action rationalities, that are written in above come in to the lexical conclusion that the word of ‘culture’ has the fluid meaning, covered by ratio and formulation. </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.desinopsis.com/?feed=rss2&amp;p=98</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
